Artikel

TP PKK Provinsi NTB,Gandeng SMKN 1 Jerowaru Sosialisasi Bahaya Narkoba Bersama BNN NTB

TP PKK Provinsi NTB,Gandeng SMKN 1 Jerowaru Sosialisasi Bahaya Narkoba Bersama BNN NTB
Artikel
04 October 2025
administrator
174 x
2 menit

Tim Media (04/10/2025) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sosialisasi ketahanan keluarga anti-narkoba. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Jerowaru ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan TP PKK dari tingkat provinsi hingga desa, BNN NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, siswa, serta wali murid.

Advertisement

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Jerowaru, Azany Muzzammil, menyampaikan kebahagiaannya atas diselenggarakannya sosialisasi ini sebagai langkah preventif. "Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan hari ini, akan ada berita baik untuk anak-anakku sekalian," ucapnya, Sabtu (04/10/2025).

Di akhir sambutan, Azany juga menyampaikan pesan khusus kepada Ketua TP PKK Provinsi NTB mengenai kondisi infrastruktur sekolah. "Terakhir, saya ingin menitip pesan kepada Ibu Ketua untuk berbisik ke Pak Gubernur mengenai kondisi fisik bangunan sekolah kami yang kian memprihatinkan, meski beliau sudah sempat berkunjung beberapa saat lalu," tutupnya.

Camat Jerowaru, Sirah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata memerangi narkoba. "Kita menyadari narkoba adalah ancaman serius yang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan keluarga bahkan bangsa," lanjutnya. Ia menekankan bahwa keluarga adalah benteng pertama pencegahan narkoba melalui komunikasi yang baik, pendidikan agama, dan pengawasan penuh kasih sayang.

Sirah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK Provinsi NTB yang telah memilih Jerowaru sebagai lokasi kegiatan. "Semoga ilmu dan pemahaman yang kita dapatkan hari ini benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dikbud (KCD), H. Saiful Islam, menyebut program ini "luar biasa". "Ketika kita bicara narkoba, ia sudah masuk ke pelosok-pelosok. Karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting," ungkapnya.

Melalui kesempatan ini, ia mengajak guru dan wali murid untuk bersinergi menjaga anak-anak. "Silak te bareng-bareng runguk bije jari bareng (mari bersama-sama menjaga anak-anak kita). Insyaallah akan menjadi anak yang soleh dan solehah sehingga terhindar dari narkoba," tutupnya.

Advertisement

*Penulis: Rahma/CMI/02*
Sumber: cahayamediaindonesia.com

174
2 menit
Bagikan:

Diskusi 0

Belum ada komentar