Artikel

160 Siswa SMKN 1 Jerowaru Ikut TKA Dua Gelombang

160 Siswa SMKN 1 Jerowaru Ikut TKA Dua Gelombang
Artikel
07 November 2025
Admin
435 x
3 menit

Tim Media (07/11/2025) - Dalam upaya menyiapkan lulusan yang berdaya saing tinggi, SMKN 1 Jerowaru menggelar Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi 160 siswa kelas XII. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menampilkan kolaborasi harmonis antara sekolah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI), dimana siswa yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) diberikan kesempatan khusus untuk mengikuti tes persiapan perguruan tinggi ini.

Advertisement

Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd., Pakar Evaluasi Pendidikan menjelaskan, "TKA bukan sekadar ujian biasa. Ini adalah assessment komprehensif yang mengukur tiga aspek fundamental: kognitif tingkat tinggi, penalaran logis, dan kemampuan analisis. Dalam konteks pendidikan vokasi, TKA menjadi jembatan antara kompetensi teknis dan akademis."

Teori Konstruktivis Vygotsky dalam pembelajaran mendukung pelaksanaan TKA ini, dimana tes berfungsi sebagai scaffolding (perancah) untuk mencapai Zone of Proximal Development - titik dimana siswa dapat mencapai level pemahaman lebih tinggi dengan bantuan yang tepat.

Detail Pelaksanaan Berbasis Data

GELOMBANG 1 (81 Peserta)

  • Hari 1 - Senin, 3 November 2025: Mapel Wajib

    • Bahasa Indonesia (Pukul 07.30-09.30)

    • Matematika (Pukul 10.00-12.00)

    • Bahasa Inggris (Pukul 13.00-15.00)

  • Hari 2: 2 Mapel Pilihan Jurusan

    • Teknik Kendaraan Ringan: Fisika & Kimia

    • Teknik Komputer Jaringan: TIK & Matematika Lanjut

    • Akuntansi: Ekonomi & Akuntansi Perusahaan

GELOMBANG 2 (79 Peserta)

  • Hari 1 - Rabu: Mapel Wajib

  • Hari 2 - Kamis: Mapel Pilihan Jurusan

 

Azany, MM., Kepala SMKN 1 Jerowaru menegaskan, "Ini adalah implementasi dari Merdeka Belajar Episode 23 tentang penguatan pendidikan vokasi. Kami tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga pemikir analitis yang siap berkontribusi di era society 5.0."

Beliau menambahkan, "Berdasarkan data BPS 2024, lulusan SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi meningkat 15%, dan kami berkomitmen berkontribusi dalam trend positif ini."

Aswandi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum memaparkan, "Kami menggunakan prinsip assessment for learning. Hasil TKA akan menjadi dasar program personalized learning untuk setiap siswa. Teori Multiple Intelligences Gardner mengajarkan bahwa setiap anak punya keunikan, maka pendekatan kami pun harus personal."
 

Ririn, Siswa Jurusan Tata Boga berbagi, "Awalnya nervous membagi waktu antara PKL dan persiapan TKA. Tapi menurut teori Self-Determination Deci & Ryan, motivasi intrinsik kami benar-benar terpacu. Kami ingin buktikan bahwa siswa SMK bisa unggul di akademik juga."

Azis, Siswa Jurusan Perhotelan mengungkapkan, "Pelaksanaan TKA dengan protokol ketat ini mengingatkan kami pada teori Goal-Setting Locke. Target jelas: masuk PTN favorit. Ini membuat belajar lebih terarah."

Irwan, S.Pd., Guru Matematika menjelaskan, "Kami menggunakan blended learning system dalam persiapan TKA. Meskipun siswa sedang PKL, kami tetap memberikan pendampingan melalui platform digital dengan flipped classroom approach."

Bapak Masul Alwi, S.Kom., Guru TIK menambahkan, "Kami memanfaatkan LMS berbasis cloud untuk memastikan siswa bisa mengakses materi persiapan kapan saja dan di mana saja. Ini adalah implementasi dari ubiquitous learning yang sangat cocok untuk kondisi siswa yang sedang PKL."
Tes ini menggunakan sistem hybrid dimana soal dikembangkan berdasarkan komputasi awan dan dianalisis dengan algoritma item response theory untuk memastikan validitas dan reliabilitas soal.

Data Kemendikbud 2024 menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti TKA memiliki peluang 40% lebih tinggi diterima di PTN. Dengan semangat "Link and Match", SMKN 1 Jerowaru terus memperkuat sinergi tridarma: sekolah-industri-masyarakat.

Advertisement

"Kami berharap ini menjadi preseden baik untuk pendidikan vokasi di Indonesia. Siswa SMK harus dipersiapkan untuk semua pilihan masa depan: bekerja, wirausaha, maupun melanjutkan pendidikan," tutup Azany, MM.

435
3 menit
Bagikan:

Diskusi 0

Belum ada komentar