Artikel

Top! Ini Cara SMKN 1 Jerowaru Jaga Kondusifitas Belajar di Lingkungan Sekolah

Top! Ini Cara SMKN 1 Jerowaru Jaga Kondusifitas Belajar di Lingkungan Sekolah
Artikel
01 May 2024
administrator
74 x
3 menit

Tim Media (01/05/2024) – Dilansir dari Wikipedia, sekolah merupakan lembaga tempat peserta didik memperoleh pengajaran di bawah bimbingan guru. Lingkungan sekolah menjadi ruang utama bagi siswa untuk menjalani proses pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas, guna memperoleh ilmu pengetahuan, perubahan sikap, serta keterampilan sesuai sistem pendidikan yang telah ditetapkan.

Advertisement

Namun dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran tidak selalu berjalan optimal karena berbagai faktor penghambat. Faktor-faktor tersebut antara lain lingkungan pendidikan, minat dan motivasi belajar, disiplin, konsentrasi, kreativitas, efisiensi belajar, ketersediaan sarana prasarana, hingga kondisi ekonomi keluarga.

Salah satu faktor penting yang sangat memengaruhi kondusivitas pembelajaran adalah lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah, siswa menghabiskan waktu sejak pagi hingga siang bahkan sore hari. Berbeda dengan di rumah yang mendapat perhatian langsung dari orang tua, di sekolah siswa lebih dituntut untuk memperhatikan kondisi dirinya sendiri. Tidak jarang, perhatian baru diberikan ketika siswa mengalami gangguan kesehatan seperti pingsan atau sakit.

Fenomena tersebut berdampak pada terganggunya proses belajar mengajar, baik bagi siswa yang bersangkutan maupun bagi guru dan siswa lainnya. Selain tertinggal pelajaran, kondisi ini juga mengganggu suasana pembelajaran di kelas.

Melihat kondisi tersebut, SMKN 1 Jerowaru mengambil langkah preventif dengan menghadirkan program sarapan gratis bagi siswa dan siswi yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan seperti pingsan atau sakit, sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan belajar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMKN 1 Jerowaru, Azany Muzammil, yang menegaskan bahwa program sarapan gratis merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kesehatan dan kenyamanan siswa.

“Saya tidak ingin nanti ada anak yang sakit atau pingsan saat upacara atau di kelas. Sarapan gratis ini untuk siapa pun yang membutuhkan, termasuk guru. Silakan ambil kupon jika belum sarapan,” jelas Azany Muzammil, Minggu (28/04/2024).

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama siswa pingsan atau jatuh sakit di sekolah adalah tidak sarapan. Oleh karena itu, pihak sekolah berinisiatif menyediakan sarapan gratis sebagai langkah pencegahan agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan aman dan nyaman.

Selain menyediakan sarapan, Kepala Sekolah juga secara rutin mengingatkan para guru untuk memperhatikan kondisi siswa dan menanyakan apakah mereka sudah sarapan atau belum.

“Biasanya saya tanya, sudah sarapan atau belum. Kalau belum, minta kupon makan. Jangan tanya soal nilai kupon, itu urusan sekolah. Saya tidak mau ada berita anak kita belum sarapan,” tegasnya.

Program sarapan gratis ini bukan berarti menganjurkan siswa untuk tidak sarapan di rumah. Pihak sekolah tetap berharap seluruh siswa dapat sarapan bersama keluarga sebelum berangkat. Namun jika terdapat siswa yang belum sempat sarapan karena berbagai alasan, sekolah telah menyiapkan solusi agar tidak berdampak pada kesehatan dan proses belajar mereka.

“Harapan saya semua siswa sarapan di rumah. Tapi kalau ada yang belum, tidak masalah. Kami siapkan dua kantin, tinggal pilih dan bayar pakai kupon,” ungkapnya.

Program ini juga dijalankan dengan pengawasan dan evaluasi rutin. Setiap pekan, penggunaan kupon akan dicek oleh bendahara dan pihak kesiswaan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

“Kalau ada siswa yang setiap hari mengambil kupon, itu menjadi bahan evaluasi. Kita akan turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya, apakah memang karena kesulitan ekonomi atau faktor lain,” tambahnya.

Melalui program sarapan gratis ini, SMKN 1 Jerowaru berharap dapat menekan angka siswa yang sakit atau pingsan akibat tidak sarapan, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.

Advertisement

Sumber: Cahaya Media Indonesia

74
3 menit
Bagikan:

Diskusi 0

Belum ada komentar