Tim Media | 17 September 2025 - SMKN 1 Jerowaru mendapatkan bantuan dari Direktorat SMK berupa Ruang Praktik Siswa (RPS) Perhotelan dan Laboratorium IPAS. Bantuan revitalisasi pada tahun 2025 ini disambut dengan rasa syukur oleh pimpinan sekolah.
Kepala SMKN 1 Jerowaru, Azany Muzammil, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan buah dari perjuangan panjang. "Alhamdulillah, pada tahun 2025 ini SMKN 1 Jerowaru mendapatkan bantuan revitalisasi, khususnya di tahap 7, berupa fisik dan perabotan. Bantuan yang kami terima ada dua, yaitu RPS Perhotelan dan Lab IPAS," jelasnya pada Senin (08/09/2025).
"Perjuangan selama ini akhirnya terbayarkan. Paling tidak, anak-anak kini memiliki tempat praktik yang layak. Meskipun kelas masih representatif, bantuan pemerintah ini, sedikit demi sedikit, sangat berarti. RPS dan Lab IPAS ini memang sangat kami butuhkan," tambahnya penuh haru.
Nilai total bantuan revitalisasi yang diterima sekolah mencapai sekitar Rp 1,9 miliar. Rinciannya, Rp 1,8 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung RPS Perhotelan dan Lab IPAS, sedangkan Rp 100 juta lebih digunakan untuk pengadaan perabotan.
Azany menjelaskan bahwa proses pembangunan belum dapat dimulai secara penuh karena masih menunggu pencairan dana dari pusat. Namun, untuk mengantisipasi, pihak sekolah telah memulai langkah persiapan.
"Pada 8 September ini kami mulai pembersihan lahan dan pemasangan bowplank. Untuk hal-hal yang ringan seperti ini kami boleh lakukan sambil menunggu dana turun, agar begitu dana cair, pembangunan dapat langsung dikerjakan dan selesai tepat waktu," paparnya.
Di akhir wawancara, Kepala Sekolah menyampaikan harapan besarnya terhadap pemanfaatan kedua fasilitas baru tersebut. Ia berharap RPS Perhotelan tidak hanya menjadi tempat praktik biasa, tetapi dapat berfungsi maksimal sebagai sarana pembelajaran yang nyata.
"Harapannya, RPS Perhotelan ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh siswa. Misalnya, bisa digunakan untuk menerima tamu. Di situlah mereka akan belajar secara langsung bagaimana mengurus, melayani tamu, dan membersihkan ruangan—bukan sekadar latihan, tetapi praktik yang sesungguhnya," tuturnya.
"Begitu pula dengan Lab IPAS, nantinya akan difungsikan sebagai tempat praktik untuk mata pelajaran IPAS, sehingga proses belajar-mengajar dapat berlangsung lebih efektif," pungkas Azany.
Sumber: CahayaMediaIndonesia.com / (Rahma/CMI/02)