Tim Media, 05/03/20026 - Kepala SMK Negeri 1 Jerowaru, Azany Muzamil Massany, menegaskan komitmennya untuk membuka secara berkala informasi terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026 melalui kanal you tube resmi milik sekoah.
Ia menyampaikan bahwa seluruh penerimaan, penggunaan, hingga sisa anggaran akan diumumkan secara transparan agar publik mengetahui secara jelas pemanfaatannya.
Menurutnya, keterbukaan ini penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi sekaligus memahami arah kebijakan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa total dana BOS yang diterima sekolah pada tahun 2026 mencapai 1.263.600.000.
Dana tersebut, katanya, tidak dicairkan sekaligus, melainkan cair dalam dua tahap. Untuk tahap pertama sebesar 631.800.000 dan tahap kedua dengan jumlah yang sama. Skema pencairan bertahap ini bertujuan agar penggunaan anggaran lebih terkontrol dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Azany mengajak publik untuk melihat secara rinci penggunaan dana tahap pertama. Ia menyebutkan bahwa sebesar 13.006.000 dialokasikan untuk pengembangan Standar Isi.
Dana ini digunakan untuk memperkuat materi pembelajaran dan menyempurnakan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan up date sesuai kebutuhan industri.
Lanjutnya lagi, dianggarkan sebesar 85.920.400 dialokasikan untuk Standar Proses. Ia mengatakan bahwa anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar agar lebih efektif, inovatif, dan tidak monoton.
Dengan dukungan tersebut, sekolah berharap proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan mendorong partisipasi aktif siswa.
Pada aspek tenaga pendidik dan kependidikan, sekolah mengalokasikan 37.190.000 untuk Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Dana ini, menurutnya, dipergunakan untuk menunjang kebutuhan para guru dan tenaga kependidikan (PTK), termasuk peningkatan kapasitas dan kompetensi mereka. Ia menilai kualitas guru merupakan kunci utama peningkatan mutu pendidikan.
Untuk Standar Sarana dan Prasarana, dana yang dialokasikan mencapai 623.548.000. Azany menjelaskan bahwa anggaran ini diprioritaskan untuk pengadaan dan perbaikan fasilitas sekolah, ruang praktik, alat pembelajaran, serta kebutuhan penunjang lainnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah ingin menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan siap mendukung keterampilan siswa secara maksimal.
Sementara itu, pada Standar Pengelolaan, sekolah menganggarkan 296.492.000. Ia menyampaikan bahwa dana tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem manajemen sekolah agar lebih tertata, profesional, dan akuntabel.
Dengan tata kelola yang baik, ia yakin seluruh program sekolah dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Untuk pengembangan Standar Pembiayaan, dialokasikan 106.443.600. Dana ini, katanya, bertujuan memastikan sistem pembiayaan sekolah berjalan sehat dan transparan. Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun moral.
Selanjutnya, dianggarkan sebesar 44.000.000 diperuntukkan bagi Standar Penilaian Pendidikan. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung sistem evaluasi dan penilaian hasil belajar siswa agar lebih terstruktur dan objektif.
Ia menyebut bahwa sistem evaluasi yang baik akan membantu sekolah memetakan capaian serta kekurangan peserta didik.
Dengan total anggaran lebih dari Rp1,2 miliar tersebut, Azany berharap kualitas pendidikan di SMK Negeri 1 Jerowaru dapat meningkat secara signifikan.
Ia menyatakan bahwa angka-angka tersebut bukan sekadar nominal, melainkan cerminan komitmen dan integritas dalam mengelola dana publik. Baginya, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui keterbukaan dan tanggung jawab.
“Bagi saya dana BOS itu bagian dari dana publik, dana yang bersumber dari masyarakat, maka tentu tidak masalah kalo dipublish, kenapa harus ditutup-tutupi? Kan ini juga menjadi bagian pertanggungjawaban kepada siswa, wali murid dan masyarakat” jelasnya.
“Disamping itu, bagi saya mempublish dana BOS, bukan sekedar bercerita tentang angka, tetapi bagaimana integritas dan komitmen itu terjaga” tambahnya.
Ia juga berkomitmen akan terus membuka penggunaan dana BOS secara berkala melalui semua paltform media sosial secara gelobal.
“Insya Allah …. saya secara berkala akan mempublish penggunaan dana BOS SMKN 1 Jerowaru ini lewat media sosial maupun lewat media informasi lainnya”jelas Azany.
Lebih jauh lagi ia katakan, ” Kami Akan sampaikan secara global tentunya, penggunaan dana untuk BOS tersebut untuk apa saja, sisanya berapa dan sebagainya, yang penting kami sudah berani mengawali mempublish tentang dana BOS sekolah kami, dengan cara kami”
Di akhir pernyataannya, Ia mengajak masyarakat, wali murid, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengikuti perkembangan tersebut sebagai bentuk partisipasi bersama dalam membangun pendidikan yang lebih baik.
Sumber: Haiilombok.com