Artikel

160 Siswa SMKN 1 Jerowaru Sukses Gelar UKK 2026: Kolaborasi Lintas Jurusan dan Uji Kompetensi di Industri Jadi Sorotan

160 Siswa SMKN 1 Jerowaru Sukses Gelar UKK 2026: Kolaborasi Lintas Jurusan dan Uji Kompetensi di Industri Jadi Sorotan
Artikel
14 February 2026
Administrator
276 x
5 menit

Tim Media 13/02/2026 - Sebanyak 160 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jerowaru mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2025/2026 yang digelar secara marathon selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (9-12 Februari 2026). Kegiatan yang menjadi gerbang terakhir siswa sebelum dinyatakan lulus ini melibatkan empat kompetensi keahlian unggulan sekolah: Teknik Grafika, Perhotelan, Tata Boga, dan Usaha Layanan Wisata (ULW).

Advertisement

Kepala SMKN 1 Jerowaru, Azany, MM, saat meninjau langsung pelaksanaan UKK, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan ajang pembuktian kompetensi siswa agar siap terjun ke dunia industri.

"UKK adalah bukti nyata bahwa lulusan SMK tidak hanya pintar teori, tetapi juga terampil dan siap kerja. Kami bangga tahun ini banyak terobosan, termasuk kolaborasi antarjurusan dan pelaksanaan UKK langsung di industri," ujar Azany di sela-sela kunjungannya ke ruang uji praktik Perhotelan.

Detail Peserta UKK SMKN 1 Jerowaru:

  1. Teknik Grafika: 31 siswa – Telah melaksanakan UKK di industri percetakan sebanyak 2 kali (angkatan pertama)
  2. Perhotelan: 83 siswa – Terbagi menjadi dua bagian uji: Housekeeping dan Food & Beverage Service
  3. Tata Boga: 31 siswa – Fokus pada bagian Kitchen (pengolahan masakan)
  4. Usaha Layanan Wisata (ULW): 21 siswa – Menggunakan metode trapel (travel) di destinasi wisata Kuta Mandalika

Sebagai salah satu jurusan unggulan, Teknik Grafika mengambil langkah inovatif dengan melaksanakan UKK langsung di dunia industri. Ketua Jurusan Teknik Grafika, Masul Alwi, S.Kom, menjelaskan bahwa ini adalah pengalaman kedua kalinya pihaknya bekerja sama dengan industri untuk uji kompetensi, dan sudah dimulai sejak angkatan pertama jurusan tersebut berdiri.


"Kami sudah dua kali melaksanakan UKK di industri. Ini sangat penting karena siswa kami merasakan langsung atmosfer kerja sesungguhnya, menggunakan mesin-mesin profesional, dan berinteraksi dengan operator berpengalaman. Mereka tidak hanya diuji, tapi juga belajar standar produksi industri," jelas Masul Alwi.


Para siswa Teknik Grafika menjalani uji kompetensi di perusahaan percetakan mitra sekolah, mengerjakan proyek-proyek riil seperti desain kemasan dan cetak digital.

Berbeda dengan jurusan lain, siswa Usaha Layanan Wisata (ULW) menjalani UKK dengan metode trapel atau perjalanan wisata. Mereka diuji langsung di lapangan, tepatnya di kawasan wisata super prioritas, Kuta Mandalika.

Ketua Jurusan ULW, Roni Hidayatullah, S.Par, mengungkapkan bahwa metode ini dipilih agar siswa benar-benar memahami tugas seorang pemandu wisata.

"Kuta Mandalika adalah destinasi kelas dunia. Siswa kami harus mampu memandu turis, menjelaskan budaya, dan mengelola perjalanan wisata di sini. Dengan metode trapel, mereka belajar manajemen perjalanan, komunikasi, dan problem solving di lokasi wisata sesungguhnya," terang Roni.

Para siswa ULW terlihat antusias memandu para penguji yang berperan sebagai wisatawan, mengunjungi beberapa titik ikonik di Mandalika. Penguji eksternal untuk jurusan ULW adalah Sabarudin, seorang praktisi pariwisata berpengalaman yang memberikan penilaian ketat sesuai standar industri.

Puncak kemeriahan UKK SMKN 1 Jerowaru tahun ini adalah kolaborasi apik antara dua jurusan yang saling bersinergi: Tata Boga dan Perhotelan. Selama empat hari pelaksanaan, area praktik sekolah disulap layaknya sebuah hotel berbintang.

Ketua Jurusan Perhotelan, Mujahidul Ashary, S.Par, menjelaskan bahwa siswanya terbagi menjadi dua bagian uji: Housekeeping (tata graha) yang bertugas merapikan kamar dan area, serta Food & Beverage Service yang bertugas melayani makanan dan minuman.

"Kami sengaja berkolaborasi dengan Tata Boga. Anak-anak Perhotelan bagian service belajar bagaimana menyambut tamu, mengambil pesanan, hingga menyajikan hidangan dengan standar pelayanan profesional. Ini adalah simulasi nyata operasional restoran hotel," jelas Mujahidul.

Sementara itu, di dapur (kitchen), siswa Tata Boga di bawah koordinasi Ketua Jurusan M. Khairul Rohit, S.Pd, sibuk mengolah berbagai hidangan spesial. Mereka ditantang untuk membuat menu lengkap dari appetizer hingga dessert dengan cita rasa tinggi dan presentasi menarik.

"Tantangan terbesar adalah menyiapkan hidangan dalam jumlah banyak dengan kualitas yang konsisten. Anak-anak harus bekerja cepat, rapi, dan menjaga higienitas. Ini benar-benar uji nyali mereka sebelum bekerja di dapur hotel atau restoran," ujar Khairul Rohit.

Hasil kolaborasi ini? Para tamu undangan dan penguji menikmati sajian fine dining yang dilayani oleh siswa Perhotelan dengan menu istimewa hasil kreasi siswa Tata Boga. Suasana semakin meriah ketika para siswa menunjukkan profesionalisme mereka dalam melayani.
 

Untuk memastikan kualitas lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja, SMKN 1 Jerowaru menghadirkan penguji eksternal yang merupakan praktisi berpengalaman.

Untuk kompetensi keahlian Perhotelan dan Tata Boga, penguji yang hadir adalah Suci Andriani, S.Par. Beliau dikenal sebagai praktisi perhotelan yang telah malang melintang di industri, memberikan masukan berharga serta penilaian objektif kepada para siswa.

Sementara untuk jurusan Usaha Layanan Wisata (ULW) , penguji Sabarudin memberikan tantangan langsung di lapangan, menguji kemampuan komunikasi dan penguasaan materi wisata siswa di Kuta Mandalika.

Di akhir peninjauannya, Kepala Sekolah Azany, MM, berpesan kepada seluruh siswa agar menjadikan UKK ini sebagai pengalaman berharga.

"Selamat kepada 160 siswa yang telah mengikuti UKK dengan baik. Tunjukkan bahwa kalian adalah lulusan terbaik SMKN 1 Jerowaru. Jadikan ujian ini sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan di dunia kerja atau dalam berwirausaha. Terima kasih juga kepada para ketua jurusan, penguji, dan industri mitra yang telah mendukung penuh kegiatan ini," tutup Azany.

Advertisement

Dengan berakhirnya UKK pada 12 Februari 2026, para siswa kini tinggal menunggu pengumuman kelulusan dan siap melangkah ke jenjang berikutnya, baik bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan, dengan bekal kompetensi yang telah teruji.

Video Terkait
276
5 menit
Bagikan:

Diskusi 0

Belum ada komentar